Selasa, 29 September 2015

Profesi mulia, Seorang Kakek penjaga perlintasan kereta api yang tak berpalang

Perlintasan jalur kereta api yang tak berpalang pintu hingga saat ini masih banyak kita temui di Surabaya,Ada 6 Jalur perlintasan kereta api yang belom ada palang pintunya dari Kebon Sari Sampai Spanjang. Salah satu diantaranya diKebonsari Surabaya yang sering saya lalui tuk sampai di Kampus UPN Veteran Jatim. Sungguh luar biasa profeesi yang begitu mulia dilakukan oleh kakek-kakek paruh baya ini, Menghabiskan waktunya hanya dengan menjaga palang pintu kereta api dibayar seikhlasnya dari pengendara yang lewat , hanya dengan modal semangat dan jeli karena sensor kereta apinya rusak . Tragis memang, namun kondisi seperti ini malah menjadi suatu berkah bagi sebagian warga kota dalam mengais rejeki. Mbah Yanto (67th), bukan nama sebenarnya. Laki-laki lanjut usia ini mengaku menekuni pekerjaan sebagai penjaga palang pintu rel kereta api kawasan Kebon Sari ini sudah hampir sepuluh tahun. Ia juga mengaku kalau pekerjaan tersebut tidak dilakukan sendirian tapi bapak 6 orang anak ini juga dibantu beberapa teman lainya. Jono(65th) teman seprofesi Yanto membenarkan apa yang dikatakan temanya tersebut. “Biasanya setiap 3 jam sekali kami ganti sift mas, kalau nggak seperti itu yang lain nggak kebagian,” jelasnya. Jono juga menambahkan kalau setiap hari masing-masing dari mereka mendapatkan uang dari hasil jasa menyeberangkan para pemakai jalan rata-rata tidak lebih dari Rp 20.000. “ Lumayan dari pada tidak sama sekali, katanya jujur. Menurut Pak Sawi (60th) juga salah satu teman mereka megatakan, “ sekarang ini mencari pekerjaan tidak gampang mas, susah “. “ Untuk orang setua kita ini, ya pekerjaan seperti ini yang bisa kita lakukan, sebab saya dan teman – teman sudah tidak kuat lagi untuk bekerja angkat-angkat barang seperti waktu masih muda dulu,” tambahnya. Saya hanya terdiam membisu mendengar keluh kesah yang dirasakan para penjaga palang pintu rel kereta api ini . Labilnya cuaca bukan menjadi suatu alasan bagi mereka untuk menjaga perlintasan kereta api namun ada beberapa oknum yang masih saja bandel dan menerobos walaupun tanda peluit sudah ditiupkan . Harapan saya , semoga PT. KAI segera memberikan fasilitas berupa palang pintu kereta api yang layak seperti yang ada, dan memberikan santunan kepada para kakek-kakek yang setia menjaga perlintasan kereta api modal supaya bisa membuka usaha sendiri. (bay)

4 komentar: